Catatan SURAT TERBUKA HABIB MUHDOR UNTUK HABIB RIZIEQ SURAT TERBUKA DARI HABIB UNTUK HABIB Assalamualaikum wr.wb Salam Sejahtera untuk kita semua Hari-hari ini suhu ketegangan akibat pro dan kon...
Cerpen Mas, Kau Laki-Laki! MAS, KAU LAKI-LAKI sebuah cerpen Karya Nicky Bernett . . "Umi menangis?" . Suapan terhenti di udara, melihat raut wajah kecil ini...
Cerpen Ngebet Nikah Ngebet Nikah Cerita Mini Karya Ai Mardiyani Tambunan Melihat postingan bahagia orang yang baru saja menikah di beranda fb membuatku jadi pa...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Pagi Kepada Pagi (Puisi Tentang Pagi) oleh Mieft Aenzeish kepada pagi kusampaikan satu kata untuk ia yang tak henti menjelma sebagai cinta satu ...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Kesunyian Puisi Tentang Kesunyian oleh Mieft Aenzeish Aku adalah daun kering yang terbawa hembus angin terserak dipunggung bumi, terbelenggu rasa ingi...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Amarah Puisi Tentang Amarah oleh Mieft Aenzeish memerah api segala apa yang dilihat oleh diri membentuk serupa watak baru yang datang dengan cara b...
Cerpen Mas, Sudahi Kemesraan ini! MAS, SUDAHI KEMESRAAN INI! sebuah cerpen Karya Nicky Bernett . “Aku malu, Mas.” . Konsekuensi dari kejujuran ini mungkin akan mempersulit hu...
Puisi Kepayang - Karya Aulia Zack Lee KEPAYANG oleh Aulia Zack Lee Jangan matikan aksaraku sayang! Meskipun aksaraku tak mampu buatmu kenyang Jangan pula kau bakar lembar-lembar...
Puisi Teruntuk Kamu Teruntuk Kamu oleh Siran . Aku enggak tahu kelak akan memanggilmu apa; Mas, Aa, Daeng, Abang, Kakaaa atau Oppa. Itu karena belum jelas di ma...
Cerpen Malaikat Hujan - cerpen by Anzalea Nurani Malaikat Hujan Sebuah Cerpen oleh Anzalea Nurani . Hari sudah semakin sore, namun orang yang ditunggu oleh gadis itu sejak dua jam yang lalu...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Malam dan Gerimis Puisi Tentang Malam dan Gerimis oleh Mieft Aenzeish malam adalah selimut yang dingin ia memeluk jiwa yang sepi dari rasa ingin gerimis adala...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Kereta : Kereta oleh Mieft Aenzeish Engkau hantar Aku bergerak ke yang dituju berangkat mengikuti arah barat tanpa khawatir kan terlambat di sampi...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Cahaya Puisi Tentang Cahaya oleh Mieft Aenzeish pada gelap ia merayap menyetubuhi hitam untuk sebuah keindahan dan waktu mengiringi dari belakang p...
Mieft Aenzeish Setahun Setahun Puisi oleh Mieft Aenzeish Aku adalah warna yang layu diantara dedaun pagi sampai kemudian, Kau menyemaiku dan memberi sinar lagi mem...
Mieft Aenzeish Hujan Terakhir Hujan Terakhir puisi oleh Mieft Aenzeish ini tentang musim kita sayang musim yang didalamnya tak pernah henti tuk berjuang telah kita lalui ...