Mieft Aenzeish Aku Tidak Mencintaimu Kecuali Karena Aku Mencintaimu Assalamualaikum, Salam Sejahtera Sahabat Blog Sastra Indonesia, kali ini saya akan berbagi puisi pada sahabat sekalian, puisi ini saya buat ...
Mieft Aenzeish Puisi Untuk Kekasih Hati Puisi Untuk Kekasih Hati oleh Mieft Aenzeish untukmu kekasih hati, kapankah kita kan bersama menggantungkan cahaya yang di dalamnya ada arom...
Mieft Aenzeish Puisi untuk Kekasih yang Jauh dari Pandang Puisi untuk Kekasih yang Jauh dari Pandang oleh Mieft Aenzeish kepada engkau yang jauh disana, tiada kata yang mampu melukiskan rinduku pada...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Malam yang Sunyi Puisi Tentang Malam yang Sunyi oleh Mieft Aenzeish sendiri aku, menatap ke sepasang kabel lampu seolah menyapaku dengan sindiran halus bahas...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Demo 2 Desember 2016 Puisi Tentang Demo 2 Desember 2016 oleh Mieft Aenzeish Aku adalah rangkai huruf yang menjadi kalimat akbar terbuat dari hati yang merindu pa...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Lampu Puisi Tentang Lampu oleh Mieft Aenzeish Lampu nan elok sedang diam di atasku Menjauhkan sendu yang datang dari saku Bak merpati yang sendiri...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Bahagia dan Cinta PUISI TENTANG BAHAGIA DAN CINTA oleh Mieft Aenzeish Apa yang bisa kusuguhkan pada yang kucinta Selain memberi kebahagiaan pada binar matanya...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Pagi Kepada Pagi (Puisi Tentang Pagi) oleh Mieft Aenzeish kepada pagi kusampaikan satu kata untuk ia yang tak henti menjelma sebagai cinta satu ...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Kesunyian Puisi Tentang Kesunyian oleh Mieft Aenzeish Aku adalah daun kering yang terbawa hembus angin terserak dipunggung bumi, terbelenggu rasa ingi...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Amarah Puisi Tentang Amarah oleh Mieft Aenzeish memerah api segala apa yang dilihat oleh diri membentuk serupa watak baru yang datang dengan cara b...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Malam dan Gerimis Puisi Tentang Malam dan Gerimis oleh Mieft Aenzeish malam adalah selimut yang dingin ia memeluk jiwa yang sepi dari rasa ingin gerimis adala...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Kereta : Kereta oleh Mieft Aenzeish Engkau hantar Aku bergerak ke yang dituju berangkat mengikuti arah barat tanpa khawatir kan terlambat di sampi...
Mieft Aenzeish Puisi Tentang Cahaya Puisi Tentang Cahaya oleh Mieft Aenzeish pada gelap ia merayap menyetubuhi hitam untuk sebuah keindahan dan waktu mengiringi dari belakang p...
Mieft Aenzeish Setahun Setahun Puisi oleh Mieft Aenzeish Aku adalah warna yang layu diantara dedaun pagi sampai kemudian, Kau menyemaiku dan memberi sinar lagi mem...
Mieft Aenzeish Hujan Terakhir Hujan Terakhir puisi oleh Mieft Aenzeish ini tentang musim kita sayang musim yang didalamnya tak pernah henti tuk berjuang telah kita lalui ...
Mieft Aenzeish Untukmu Jelitaku : Untukmu, Jelitaku oleh Mieft Aenzeish Entah harus kudeskripsikan seperti apa cintaku kepadamu Setiap imaji yang datang tak gampang jadi s...
Mieft Aenzeish Sajak Cinta Ketika Itu Sajak Cinta ketika itu, : Untukmu Raesha oleh Mieft Aenzeish Duduk Aku pada ingatan masa lalu Di dalam benakmu dan di hatimu Berusaha mengga...
Mieft Aenzeish Aku Ingin Menjadi Ladang Bahagiamu Aku ingin menjadi ladang bahagiamu oleh : Mieft Aenzeish Wahai Kasih yang tak pernah jadi serpih Aku katakan apa yang dikata hati ketika men...
Mieft Aenzeish Puisi Untuk Langit Puisi Untuk Langit oleh Mieft Aenzeish kebenaran apa yang bisa kubagi pada awan, selain kekerdilan hati terhadap keagungan Tuhan kebaikan ap...
Mieft Aenzeish Dinda, maafkan Aku Dinda, maafkan Aku wahai kekasih yang kini hidup di dalam surga maafkan aku yang pernah menjadikanmu ada hadir dari bagaimana Tuhan berkuasa...