Tampilkan postingan dengan label Mieft Aenzeish. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mieft Aenzeish. Tampilkan semua postingan
Puisi Tentang Lampu

Puisi Tentang Lampu

Puisi Tentang Lampu oleh Mieft Aenzeish Lampu nan elok sedang diam di atasku Menjauhkan sendu yang datang dari saku Bak merpati yang sendiri...
Puisi Tentang Pagi

Puisi Tentang Pagi

Kepada Pagi (Puisi Tentang Pagi) oleh Mieft Aenzeish kepada pagi kusampaikan satu kata untuk ia yang tak henti menjelma sebagai cinta satu ...
Puisi Tentang Amarah

Puisi Tentang Amarah

Puisi Tentang Amarah oleh Mieft Aenzeish memerah api segala apa yang dilihat oleh diri membentuk serupa watak baru yang datang dengan cara b...
Puisi Tentang Kereta

Puisi Tentang Kereta

: Kereta oleh Mieft Aenzeish Engkau hantar Aku bergerak ke yang dituju berangkat mengikuti arah barat tanpa khawatir kan terlambat di sampi...
Puisi Tentang Cahaya

Puisi Tentang Cahaya

Puisi Tentang Cahaya oleh Mieft Aenzeish pada gelap ia merayap menyetubuhi hitam untuk sebuah keindahan dan waktu mengiringi dari belakang p...
Setahun

Setahun

Setahun Puisi oleh Mieft Aenzeish Aku adalah warna yang layu diantara dedaun pagi sampai kemudian, Kau menyemaiku dan memberi sinar lagi mem...
Hujan Terakhir

Hujan Terakhir

Hujan Terakhir puisi oleh Mieft Aenzeish ini tentang musim kita sayang musim yang didalamnya tak pernah henti tuk berjuang telah kita lalui ...
Untukmu Jelitaku

Untukmu Jelitaku

: Untukmu, Jelitaku  oleh Mieft Aenzeish Entah harus kudeskripsikan seperti apa cintaku kepadamu Setiap imaji yang datang tak gampang jadi s...
Puisi Untuk Langit

Puisi Untuk Langit

Puisi Untuk Langit oleh Mieft Aenzeish kebenaran apa yang bisa kubagi pada awan, selain kekerdilan hati terhadap keagungan Tuhan kebaikan ap...
Dinda, maafkan Aku

Dinda, maafkan Aku

Dinda, maafkan Aku wahai kekasih yang kini hidup di dalam surga maafkan aku yang pernah menjadikanmu ada hadir dari bagaimana Tuhan berkuasa...